Jenis Pajak Penghasilan Atau PPh Bagi Wajib Pajak

Jenis pajak penghasilan bagi beberapa badan usaha telah diatur dan ditetapkan oleh undang-undang.  Pajak penghasilan atau PPh merupakan pajak yang dibebankan bagi setiap tambahan kemampuan ekonomis yang telah diterima wajib pajak. Penghasilan tersebut bisa dihasilkan dari dalam maupun luar negeri yang dapat menambah kekayaan pihak tersebut. Pajak penghasilan diberikan pada seseorang yang memiliki penghasilan pribadi selama satu tahun pajak.

Selain untuk perorangan, pajak penghasilan juga berlaku  pada perusahaan atas pengelolaan barang dan jasa. Adapun untuk penarikan pajak diambil dari barang dan jasa yang dikelola. Semua jenis pajak baik pemungutan penghasilan sama dimanfaatkan untuk memenuhi kepentingan negara dan akan dikembalikan kepada rakyat. Setiap badan usaha yang dibentuk di Indonesia mulai dari PT, CV, dan perseroan yang memiliki nomor pokok wajib pajak berkewajiban membayar pajak.

Jenis Pajak Penghasilan Wajib Pajak

Pajak Penghasilan Pasal 21

PPh 21 adalah pajak yang diberikan atas penghasilan yang berupa gaji, upah, tunjangan, honorarium  serta pembayar lainnya atas dasar pekerjaan, jasa dan kegiatan lain. Kegiatan tersebut menggunakan nama dan dalam bentuk apapun yang akan diterima oleh wajib pajak atau karyawan dan harus dibayarkan pada setiap bulannya. Untuk membayar  pajak jenis ini, biasanya perusahaan akan melakukan pemotongan penghasilan karyawan secara langsung.

Setelah perusahaan memotong penghasilan karyawan, maka harus menyetorkan pajak tersebut ke pemerintah. Selain itu, anda juga berkewajiban memberikan bukti pemotongan PPh pasal 21 tersebut kepada karyawan anda.

Pajak Penghasilan Pasal 22

Untuk jenis pajak penghasilan ini dikenakan bagi setiap badan usaha tertentu baik milik pemerintah atau milik swasta. Selain itu, perusahaan tersebut  bergerak pada bidang impor, ekspor atau re-impor pada penjualan barang yang termasuk mewah. Ketentuan pada PPh ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan pajak penghasilan pasal 21 atau pasal 23.

Baca juga : Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Pada pajak pasal 22 ini hanya dikenakan bagi perdagangan barang yang lebih dianggap menguntungkan bagi pembeli atau penjual. Dengan begitu PPh 22 ini dikenakan pada saat terjadi pembelian ataupun penjualan.

Pajak Penghasilan pasal 23

Pada PPh 23 ini, maka pajak akan dipotong oleh pemungut pajak pada saat terjadinya transaksi antara dua kedua belah pihak seperti pada saat transaksi dividen hadiah royalti dan lainnya. Selain itu pajak ini juga bisa diperuntukkan saat terjadi transaksi sewa, penghargaan, dan segala transaksi yang berkaitan  dengan penggunaan aset selain tanah dan bangunan. Segala pihak yang menerima penghasilan atau pihak penjual dan pemberi jasa akan dikenakan PPh pasal 23 ini.

Pajak penghasilan pasal 25

Pajak penghasilan ini merupakan angsuran pajak yang bersumber dari jumlah pajak penghasilan terutang sesuai dengan SPT tahunan PPh dan dikurangi PPh dipotong. Atau bisa juga dari  PPh yang dibayarkan atau terutang dari luar negeri yang bisa dikreditkan.

Sebenarnya PPh 25 ini dirancang untuk meringankan beban bagi wajib pajak. Kemudahan itu terletak dimana pajak ini bisa dilunasi dalam kurun waktu satu tahun.selain itu sistem pembayaran tidak bisa diwakilkan oleh pihak manapun.

Selain beberapa jenis pajak yang dijelaskan di atas, masih ada pula jenis pajak pasal 26  dan pasal 29. Namun bagi anda yang memiliki penghasilan tetap atau memiliki badan usaha, tidak perlu khawatir  karena bisa dalam menyusun pajak bisa dirancang dengan menggunakan software pajak yaitu Finata. Finata akan membantu anda dalam menyusun dan merancang pajak penghasilan anda dengan rinci dan teliti.

Jenis pajak penghasilan bisa dibayarkan dengan mudah menggunakan Finata secara tepat sehingga anda akan terhindar dari sanksi. Selain itu aplikasi Finata juga dapat digunakan untuk fungsi lain seperti menyusun perencanaan organisasi dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *