Klasifikasi Izin Bisnis di Indonesia dan Dokumen yang Diperlukan

Izin usaha merupakan hal yang sangat penting bagi sektor bisnis Indonesia untuk melakukan kegiatan usaha. Di Indonesia, ada lisensi atau izin yang perlu diperoleh dalam rangka untuk melakukan kegiatan bisnis secara legal. Entah menyiapkan perusahaan, memasarkan produk Anda, atau melakukan aktivitas perdagangan. 

Pemerintah akan mengeluarkan lisensi setelah bisnis telah memenuhi persyaratan berdasarkan peraturan. Mengapa mendapatkan ijin usaha? Memperoleh izin usaha bersifat wajib bagi setiap badan usaha di Indonesia, baik itu usaha kecil dan menengah atau perusahaan berskala besar. Lisensi menjadi sangat penting bagi perusahaan, karena hal ini melegalkan kegiatan bisnis di Indonesia. 

Tanpa lisensi kegiatan bisnis Anda mungkin berpotensi ditutup oleh pemerintah. Lalu bagaimana peraturannya? Berdasarkan peraturan 2015, semua perusahaan asing yang baru dibentuk harus mengajukan permohonan izin usaha dengan memberikan audit keuangan mereka agar dapat mengajukan izin usaha tetap dan lisensi lain yang diperlukan seperti izin Impor, dll. 

Melalui peraturan yang baru ini, pemerintah bermaksud untuk memastikan bahwa setiap investor asing akan menyadari rencana investasi mereka, bukan hanya menyerahkan rencana investasi mereka kepada badan koordinasi penanaman modal (BKPM) di atas kertas. Oleh karena itu, investasi asing di Indonesia dapat dibuktikan yang berjalan dengan baik sesuai dengan tujuannya.

Klasifikasi Izin Usaha Bisnis Indonesia Untuk PMA 

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan umum, barang, atau jasa lainnya harus memiliki izin usaha. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur di luar minyak, gas, dan energi panas bumi, harus memiliki izin untuk membuka usaha industri di Indonesia. 

Sebuah perusahaan bisnis Indonesia yang bergerak di bidang industri lain, seperti konstruksi, harus memiliki izin usaha konstruksi, dan Lisensi lain berdasarkan kegiatan usaha perusahaan. Bagaimana prosedur dan persyaratan? Persyaratan lisensi bisnis sebuah izin usaha tetap akan diberikan kepada perusahaan PMA setelah memenuhi persyaratan.

Persyaratannya seperti telah dalam tahap produksi, telah melebihi waktu yang ditentukan (3 tahun). Prosedur aplikasi sebuah perusahaan PMA dapat mengajukan izin permanen kepada kepala badan koordinasi penanaman modal (BKPM) atau kepala badan koordinasi penanaman modal (BKPMD) daerah. Semua persyaratan itu harus dapat dipenuhi.

Mengenai Emiten, tergantung pada izin Investasi Asing, kegiatan bisnis Indonesia, dan juga domisili perusahaan. Pemohon harus mengisi dan menandatangani formulir permohonan izin usaha di kantor BKPM atau BKPMD dan melampirkan dokumen yang diperlukan. BKPM atau petugas BKPMD akan memeriksa semua berkas kelayakan dan kelengkapan aplikasi, kemudian menerbitkan sertifikat lisensi tetap.

Dokumen yang Diperlukan

Salinan persetujuan izin untuk investasi, Fotocopy Akta pendirian dan perubahannya, Fotokopi domisili perusahaan, NPWP, dan TDP. Selain itu, copy kontrak/sewa tempat usaha dan sertifikat dari pemilik gedung, Fotocopy KTP maupun paspor KITAS untuk warga asing. Ijin bertindak gangguan dan izin lokasi (SITU). Daftar peralatan kantor dan peralatan industri, dan struktur organisasi perusahaan.

Bagaimana cara mengajukan permohonan izin usaha? Setelah memenuhi semua persyaratan dokumentasi, waktu pemrosesan untuk aplikasi lisensi bisnis membutuhkan 14 hari kerja, lisensi bisnis umumnya berlaku selama 30 tahun. Kemudian lisensi itu harus diperpanjang setelah masa kadaluarsa dari lisensi itu sendiri berakhir.

Jadi untuk membuka bisnis tidak hanya diperlukan perencanaan yang matang dan modal juga strategi dan rencana dalam berbisnis. Namun sebelum memulainya harus memperhatikan aspek izin usaha, persyaratan dan prosedur untuk membuka usaha di Indonesia. Semoga artikel informasi seputar bisnis Indonesia ini bermanfaat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *